Dewan Warning Hukum Tua BLT- DD Harus Diprioritaskan Kepada Masyarakat Yang Terdampak Covid 19

IMG-20200623-WA0018
Ratim, Wartasulut.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan kunjungan kerja (kunker) di 135 desa yang ada di daerah ini sesuai dengan permintaan Bupati minahasa Tenggara James Sumendap SH turun ke desa desa melakukan kunker pengawasan dana desa yang telah dianggarkan untuk Covid 19 yang dianggarkan dalam dana desa tahun anggaran 2020.
Hal ini telah dilakukan oleh 25 anggota dewan yang ada di Kabupaten Mitra. Sesuai fungsi dan pengawasan terhadap pengolalan keuangan daerah termasuk penggunaan Dana desa (DD) yang peruntukan bagi pengelolaan pada masa pandemic Covid 19.
Dari kedelapan anggota Dewan dapil Satu sudah turun lapangan melakukan kunker di desa Wioi Raya dan desa Wongkay raya. Anggota DPRD tersebut meminta kepada hukum tua agar Bantuan langsung Tunai (BLT) tambahan agar dimasukan dalam Dana Desa (DD). Sopia Antou, Soni Tarumingi, Denij Porayou, Marty Ole, Sem Montolalu, Firtia Asaha , Rasni Pontororing dan Vanda Rantung dalam kunker tersebut meminta kepada hkukm tua agar BLT – DD dapat menambahkan masyarakat yang belum tersentuh bantuan agar di tambahkan dalam BLT DD.
Sopia Antou anggota DPRD fraksi PDIP mengatakan bahwa Anggaran DD untuk Covid 19 penggunaan BLT- DD hingga saat ini masih terlalu kurang. Bahkan keluarga penerima BLT- DD ada yang hanya tujuh hingga10 keluarga dengan anggaran ratusan juta.
Dari data yang ada, desa Wioi saja keluarga yang mendapat bantuan hanya 10 kelaurga, begitupun dengan desa Wioi satu hanya 7 keluarga. Bahkan dari anggaran covid 19 yang dikeluargakan hingga saat ini baru kisaran dua puluhan juta, ujar sopia saat kunker di desa Wioi Raya. Sebaiknya. “ Saya berharap kepada para Hukum tua agar perjuangkan BLT –DD tambahan kepada warga terdampak Pandemi covid -19 mengingat anggaran sudah ada, maka akan lebih baik jika Hukum Tua dapat meninjau kembali siapa-siapa yang berhak untuk menerima bantuan dari pemerintah ini. Kalau bisa yang menerima bansos beras agar dialihkan ke BLT- DD karena besaran bantuan ini tidak sama, tetapi hukum tua harus beroordinasi dengan instansi terkait yaitu PMD dan Dinas Sosial, ” tambah Antou
Terpisah Denij Porayou menegaskan aturan yang ada harus tetap dilakukan supaya kedepan para pemerintah desa dam penerima bantuan tidak berurusan dengan hukum. “ Penerima bantuan terdampak covid19 jangan ada yang doubel, termasuk perangkat desa, BPD, PNS dilarang menerima bantuan. Jika kedapatan maka akan berhadapan dengan hukum, ujar Porayou.
Sementara itu Soni Tarumingi anggota DPRD fraksi Golkar menegaskan kepada pemerintah desa agar benar benar mendata warga yang terdampak covid seperti sopir Bentor, tukang ojek, sopir taksi serta yang kena PHK agar didata dan layak dibantu, “Jelas tarumingi.
Heni Hontong Koba Tokoh masyarakat desa Wioi satu mengusulkan kepada pemerintah desa agar mengganti bantuan beras dengan BLT DD. Karena ada kecemburuan dari warga penerima bansos.“ Bantuan beras dari kemensos bagi masyarakat terdampak covid tidak sebanding dengan penerima BLT- DD yang mendapat Rp 600.000 per bulan dengan beras 10 Kg per bulan,” ucapnya.
Hukum Tua Desa Wioi Noli Powa mengatakan bahwa terkait penambahan BLT- DD akan berkoordinasi dengan pihak PMD menyangkut permintaan pihak DPRD pada Kunker, ujar Powa. Ditambahkan Powa bahwa Penambahan BLT – DD Untuk warga lainnya, kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait termasuk keluhan masyarakat  lainnya. ” Karena ini sudah ada arahan dari pihak DPRD, akan dikoordinasikan kembali. Yang pasti untuk penerima bantuan tidak boleh double, dan diluar penerima BPNT maupun PKH,” Jelas Powa
Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Mitra Royke Lumingas ketika di hubungi mengatakan bahwa pemberian semua boleh tetapi harus sesuai kriteria dan pertimbangan dana yang ada. “Semua boleh, tapi harus sesuai kriteria dan pertimbangkan dana yang ada, karena belum ada yang tahu sampai kapan pandemi ini akan berlalu. Anggaran tetap ada, tapi tidak harus dihabiskan dengan tidak ada perencanaan,”Ungkap Royke Lumingas. (Fredi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan