Aktivis Mahasiswa Mintakan Dewan Penyantun Netral di Pemilihan Rektor UNIMA

Tondano, wartasulut.com – Pemilihan Rektor Unima telah sampai pada tahapan Wawancara Calon Rektor, masing-masing terdapat 3 nama calon yang tersisa. Selasa,(11/8/2020)

Pihak Kementerian dan Kebudayaan selaku Panitia Pemilihan akan melakukan Wawancara dan tinggal menunggu tahapan pemilihan yang akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2020 mendatang.

Mahasiswa Unima lewat Aktivis pergerakan yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Unima (FORMAMA) melayangkan surat terbuka untuk Dewan Penyantun, Rektor dan Senat Unima.

Dalam surat atau panflet yang beredar sampai ke Kantor Pusat Unima berisi meminta untuk Rektor dan Senat Unima untuk tidak melibatkan Partai Politik untuk mengintervensi Pemilihan Rektor tahun 2020.

Hal yang sama juga ditujukan kepada Dewan Penyantun dalam hal ini Gubernur Sulawesi Utara bapak Olly Dondokambey untuk tidak mengintervensi secara Politik Pilrek Unima karena mengingat bapak olly adalah salah Ketua Partai di Sulawesi Utara. Mahasiswa tidak menginginkan hal yang terlalu banyak melibatkan Partai Politik dalam pemilihan Rektor.

Helvriech Harvey salah satu aktivis Unima menjelakan “ Inti dari Surat terbuka tersebut adalah ingin mengingatkan dan memohon kepada Rektor dan senat Unima untuk tidak mengundang dan melibatkan salah satu partai Politik mengintervensi Pilrek tahun ini, seperti pada 4-5 tahun yang lalu yang berbuntut panjang pada pelaksanaan kepemimpinan Rektor terpilih” Ucap Helvriech.

Disinyalir ada salah satu kelompok yang meminta dukungan gubernur Sulut, bahkan sampai ke pusat untuk memenangkan calon mereka. Pilrek Unima akan berdampak pada pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Utara jika terlalu banyak diintervensi politik, karena isu Primordial kental dimainkan bisa menyebabkan sekelompok orang/suku atau daerah didiskriminasi.

Jika tidak digubris maka kami akan menduduki kantor pusat UNIMA
Ketua Aliansi Dosen Unima DR. Jemy Poli menjelaskan “Gubernur Sulut diminta untuk netral dalam P ilrek Unima, apalagi sebagai ketua dewan penyantun gubernur perlu kiranya benar-benar menjadi pengayom, pelindung, bahkan lebih dari itu penyuport dan bisa juga sebagai penyandang dana untuk kegiatan yang produkti, kreatif dan inovatif untuk pengembangan SDM masyarakat Sulawesi Utara.” Ungkap Polii (ryn)

BAWASLU-SEPT-1 bawaslu-1 bawaslu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan