oleh

Wabup PYR Apresiasi Gerakan Sentuh Tanah Paguyuban Petarung Manfaatkan Lahan Tidur.

IMG_20210331_190834
 
Minsel, Wartasulut. Com — Walaupun cuaca tak bersahabat dilanda hujan deras, tak menyurutkan semangat Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang (PYR) menghadiri undangan kegiatan gerakan Sentuh Tanah penanaman Cabe di Desa Poopoh Raya, yang dipelopori oleh komunitas Paguyuban Petarung yang pada umumnya beranggotakan Hukum Tua Definitif dan Mantan Hukum Tua se-Minsel, Rabu (31/3/21).
Wabup PYR dalam arahannya  mengapresiasi langkah yang dilakukan paguyuban dengan terus berupaya membantu dan menopang pemerintahan FDW-PYR untuk mewujudkan Minsel yang semakin sejahtera. “Salut bagi Paguyuban Petarung karena menjadi pelopor perubahan di Kabupaten Minsel. Yang mampu menunjukan dedikasi tanpa takut untuk membawa perubahan yang nyata di Minsel,” kata PYR.
IMG_20210331_190900
Apa yang dilakukan Paguyuban ini merupakan salah satu program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat sektor pertanian. “Ini kegiatan yang hebat, program sentuh tanah dengan memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan untuk menanam cabe dan tanaman sayuran lainnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang dikembangkan menjadi lahan pertanian untuk peningkatan ekonomi akan dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.
Saya berharap kegiatan menanam yang dilakukan bukan karena komoditas cabe saat ini harganya tinggi, belajar dari pengalaman alam. Cabe ini bisa memberikan pengaruh bagi ekonomi Sulut. Karena orang Sulut suka makan cabe.
Ada suatu sukacita dan kebanggaan saya boleh datang keacara ini. Kegiatan yang kita lakukan ini sekaligis kampanye pemerintah supaya memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan sebagai lahan hidup dalam menopang ekonomi masyarakat ditengah masa pendemi ini, “ungkpnya.
“Pemerintah daerah saat ini sementara berupaya agar tanaman hortikultura bisa berkembang tidak hanya di dataran tinggi seperti modoinding. Tapi bisa juga berkembang didataran rendah, hal ini bisa menjadi salah satu cara supaya sayur mayur ditanam organik. Jadi daerah dataran rendah bisa ditanamkan hortikultura,” katanya.
Apa yang dilakukan Paguyuban Petarung ini menjadi pelopor atau pun inspirasi untuk mengajak masyarakat di desa lain manfaatkan lahan tidur. “Sebagai pemerintah mengajak masyarakat mari menanam, manfaatkan lahan yang ada di desa untuk menghasilkan supaya bisa memberikan kesejahteraan di tengah masyarakat,” pungkasnya (fei’la)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed