oleh

Bupati Franky Wongkar Jabat Korwil APKASI Sulut, Mendagri: Kepala Daerah Harus Bisa Mengendalikan Pandemi dan Memulihkan Ekonomi

20210622083229

Minsel, Wartasulut. Com — Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Badung, Provinsi Bali, sejumlah 114 Bupati dikukuhkan sebagai Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) masa bakti 2021-2026, Sabtu (19/06/21) kemarin.

Dalam pengukuhan tersebut, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH, dipercayakan untuk mengemban tugas APKASI sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Tidak hanya itu saja, Dewan Pengurus APKASI masa bakti 2021 – 2026 usai melaksanakan pengukuhan, langsung tancap gas menggelar Rapat Kerja Nasional APKASI Tahun 2021 dengan Tema “Tantangan dan Harapan: Membangun Ekonomi Daerah di Masa Pandemi Covid-19”.

Dikesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, saat memberikan sambutan menyebut, Pandemi Covid-19 dan efek dominonya merupakan permasalahan nyata atau real problem yang tak bisa dianggap remeh.

“Real problem today, yang kita hadapi sekarang problem bagi semua stakeholder bangsa pemerintah, non pemerintah dan masyarakat adalah pandemi Covid-19, tidak bisa dianggap remeh, sesuatu yang real bukan hanya sekedar jargon, the real problem,” ujarnya.

Dilanjutkan Mendagri Tito Karnavian, Pandemi Covid-19 merupakan pandemi global dan Pandemi pertama terluas dalam sejarah bangsa Indonesia. Sehingga disadari, wabah yang melanda global itu tak hanya berdampak pada sisi kesehatan, namun merambah atau berefek domino pada krisis multidimensi seperti bidang ekonomi dan sosial.

“Tahun 2021 kita masih struggling untuk menghadapi pandemi yang memiliki dampak multi krisis, bukan hanya masalah kesehatan, kemanusiaan, tapi juga mempengaruhi bidang ekonomi dan keuangan, menimbulkan masalah sosial, pengangguran dan lain-lain,” katan Kapolri masa jabatan 2016 – 2019 ini.

Hampir dapat dipastikan, lanjut Mendagri Tito Karnavian, seluruh kepala daerah tengah mengalami persoalan yang sama. Sebab, persoalan Covid-19 dan dampak ekonomi tak bisa dianggap remeh dengan mengesampingkan salah satu diantara keduanya. Faktanya, kepala daerah harus bisa mengendalikan pandemi dan memulihkan ekonomi secara paralel melalui berbagai formulasi kebijakan yang didesain untuk dapat menyelamatkan keduanya.

“Tak mungkin dilakukan pemulihan ekonomi tanpa pengendalian pandemi. Saya melihat bahwa penanganan pandemi menjadi kondisional, persyaratan untuk pemulihan ekonomi,” tandasnya.

Ditambahkan Mendagri Tito Karnavian, pandemi dan dampak multikrisisnya sangat berpengaruh pada sektor ekonomi. “Bagi daerah yang dapat mengendalikan pandemi, otomatis akan memiliki kesempatan dan menangkap peluang dalam memulihkan kegiatan perekonomian,” tutupnya. (fei’la)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed