
Wartasulut.Com, Airmadidi – Angin puting beliung menghantam Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (29/10/2018) sore. Fenomena alam ini terjadi begitu cepat yakni sekira 2 (dua) menit, namun telah menghancurkan sedikitnya 26 bangunan yang terdiri dari 25 rumah warga dan 1 (satu) gedung PKK.
Petrus Warouw-Rondonuwu, warga setempat yang rumahnya dihantam angin puting beliung mengatakan, kejadiannya terjadi sekira pukul 14.45 WITA dan berlangsung hanya sekira 2 menit. “Saat kejadian, saya sedang berada di dalam rumah bersama keluarga,” ucapnya.
Awalnya, tutur om Petrus, sapaan akrabnya, turun hujan tapi tak terlalu deras. “Selanjutnya muncul angin sepoi-sepoi yang secara tiba-tiba menjadi kencang. Melihat atap-atap seng yang sudah terangkat, kami langsung lari keluar rumah,” akunya.
Sementara itu, Camat Kauditan, Martho Rasubala mengatakan, pihaknya masih melakukan identifikasi atas bangunan-bangunan yang rusak berat dan ringan. “Pemerintah kecamatan dan desa masih mengumpulkan data. Tapi untuk korban belum ada laporan,” ujarnya sembari menambahkan, wilayah di Desa Treman yang tertimpa musibah berada di jaga VIII, IX dan X. “Ada 26 banguan yang mengalami kerusakan,” tandasnya.
Kepada masyarakat, Martho mengimbau untuk tetap waspada pada musim pancaroba ini.(recky kelah)
Berikut nama-nama keluarga yang rumahnya kena hantaman angina puting beliung;
- Keluarga Rondonuwu-Maramis
- Keluarga Yance Katuuk
- Keluarga Tuurida-Rooroh
- Keluarga Sigar-Tambaani
- Keluarga Waturandang-Waturandang
- Keluarga Dumanauw-Sujanto
- Keluarga Rooroh-Tungow
- Keluarga Tuwaidan-Taude
- Keluarga Ela Widodo
- Keluarga Kaawoan-Sikeuz
- Keluarga Nola Autoow
- Keluarga Rooroh-Anting
- Keluarga Hendri Tirayoh
- Keluarga Edi Pangemanan
- Keluarga Lewu-Tuwaidan
- Keluarga Wongkaren-Pasulatan
- Keluarga Samy Paulus
- Keluarga Mas Jawa
- Keluarga Roni Makalew
- Keluarga Purut Anaje Togas
- Keluarga Ronald Autoow
- Keluarga Pingkan Wehantouw
- Keluarga Tasiam-Tuwaidan
- Keluarga Puala-Sumual
- Keluarga Lontoh-Tuwaian
- Gedung PKK