oleh

Desa Lopana Digegerkan Penemuan Bom Mortir di Masa Penjajahan Jepang

11-31quas4bcigjrq4z40llhmAmurang, wartasulut.com- Masyarakat yang ada di desa Lopana Kecamantan Amurang Timur Senin (27/6) digegerkan dengan penemuan mortir dengan ukuran sepanjang 30 sentimeter dengan diameter 8 sentimeter dalam kondisi berkarat, penemuan mortar tersebut menyimpan daya ledak cukup tinggi.

Menurut keterangan warga setempat yang menemukannya mortar tersebut Joppi Mongigir (56 mengatakan, kalau ditemukan pertama sementara mencangkul di kebun miliknya untuk menanam kacang tanah. Tiba-tiba cangkul yang digunakan terantuk pada sebuah benda keras, dipikir kalau benda tersebut hanyalah bensi biasa. Tetapi serta digali lebih besar lobangnya, ternyata barang tersebut berupa mortir.

“Pertama kali saya mencangkul, cangkul tersebut terbentur pada sebuah benda besi. Tetapi karena cangkul yang digunakana telah tertanam ditanah liat sehingga saya segera membersihkan dengan memukul-mukul ke benda tersebut. Namun setelah saya lihat lebih jelas lagi benda tersebut seperti barang berbahaya, saya sendiri curiga dengan benda tersebut. Saya memanggil beberapa teman petani yang lain untuk bersama-sama mengamati benda tersebut, sehingga kami selidiki bahwa benda tersebut adalah sebuah Bom Mortir,”tuturnya.

Lanjut Joppi, karena takut akan terjadi apa-apa maka kami warga langsung segera melaporkan hal ini kepada Hukum Tua Desa Lopana dan langsung diteruskan kepada pihak keamanan dalam hal ini Polsek setempat.

Sedangkan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kapolsek Rural Amurang AKP Arie Prakoso SIK membenarkan ada penemuan Bom Mortir yang terdapat di perkebunan rica Mawale Desa Lopana, mortar tersebut diduga kuta merupakan peninggalan atau sisa perang di era kemerdekaan disaat penjajahan Jepang pada puluhan tahun silam.

“Penemuan Bom Mortir tersebut kami langsung teruskan kepada Polda Sulut untuk meneliti lebih lanjut keberadaan Bom Mortir tersebut, dan meminta langsung bantuan tim Gegana Brimob Sulut untuk di amankan,”tutur Kapolsek yang belum lama ini dilantik. Charles WS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed