oleh

PATOLA Berhasil “Menerkam” 4 Tersangka Penganiayaan Desa Bunag

13729170_168108226940165_8867224987388270847_nAmurang, wartasulut.com- Pelaku Penganiayaan yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Touluaan Selatan, akhirnya Tim PATOLA Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (15/7) telah berhasil “Menerkam”/ menangkap 4 tersangka  yang selama ini bersembunyi di tengah hutan.

Perlu diketahui, peristiwa penganiayaan anak dibawah umur terjadi di Desa Bunag Kecamatan Touluaan Selatan Kab. Mitra pada Jumat (8/7) lalu, menyebabkan RP (Reinaldo) meninggal dunia di RS Prof. Kandow Malalayang, setelah mengalami koma akibat dikeroyok beramai-ramai oleh para tersangka. Polres Minsel pada waktu itu berhasil mengamankan 5 (lima) orang tersangka.

Dari hasi pengembangan kasus kemudian disimpulkan bahwa selain kelima tersangka tersebut, masih ada tersangka lain yang harus diamankan. Polres Minsel pun segera melakukan upaya pengejaran terhadap para tersangka yang sudah terindentifikasi sebelumnya.

Berbekal analisa intelijen dan informasi masyarakat, Tim gabungan Buser dan Patola Polres Minsel didukung unit reskrim Polsek Touluaan segera menyusuri daerah hutan yang ada di Desa Bunag. Tim gabungan pun akhirnya menemukan 4 (empat) orang tersangka yang selama ini lari dari kenyataan.

“Setelah melalui perburuan yang cukup melelahkan tesebut, akhirnya kami berhasil  mengaman kan 4 (empat) orang tersangka yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),  dari keempat orang tersebut antara lain TP alias Tony, EA alias Edo, MB alias Mekris dan RA alias Rexi. Para keempat tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Minsel untuk menjalani proses penyidikan lanjutan, “ jelas Kasat Reskrim Polres Minsel AKP M. Ali Taher,SH.

Sesuai ungkapan dari salah satu anggota Tim Patola Polres Minsel Bripka Michael Wongso, membeberkan perihal proses penangkapan ke empat tersangka di desa Bunag pada Jumat yang lalu yang sempat membahayakan nyawa petugas

“Keempat tersangka tersebut bisa dikatakan cukup lihai untuk menkelabui petugas, mereka sering berpindah-pindah tempat dari satu hutan ke hutan yang lain. Setelah memastikan lokasi keberadaan para tersangka, kami langsung melakukan pengepungan. Keempat tersangka tersebut mengetahui adanya kehadiran polisi, keempat tersangka yang pada saat itu sedang tidur, langsung terbangun dan melakukan aksi pengancaman kepada petugas dengan menggunakan senajata tajam yang berupa parang. Namun hari itu mungkin hari sial buat mereka. Para tersangka berhasil kami lumpuhkan,” ujar Michael. Charles WS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed