oleh

Dirut RS Kalooran GMIM Amurang Diminta Bertanggung Jawab

13077025_480837688774200_7942836477243586972_nAmurang, waratasulut.com- Buntut dari persoalan pasien di lantarkan oleh para Dokter dan Perawat di Rumah Sakit (RS) Kalooran GMIM Amurang, membuat toko pemuda Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) angkat bicara.

Jika dalam pelayanan dari para Dokter dan Perawat yang ada Di RS Kalooran Amurang yang melantarkan Pasien, bertanggung jawab disini yaitu Direktur RS sendiri. Dirut RS jangan hanya tinggal diam saja, karena ini sudah bercerita nyawa seseorang.

“Dalam RS sakit dimanapun itu, tetap diutamakan kepelayanan kepada masyarakat (pasien). Jangan sekali-kali melantarkan pasien yang ada, ini nyawa dari seseorang. Kalau saja terjadi apa-apa dengan pasien Kepela RS sakitlah yang bertanggung jawab,”ujar Toko Pemuda Minsel Jendry Mandey kepada wartasulut.com Minggu (17/7).

Ia menambahkan, sangat disayangkan RS Kalooran GMIM Amurang yang berdiri di Yayasan GMIM tersebut sudah tidak lagi baik. Seharusnya para Dokter dan Perawat benar-benar melayani pasien dengan penuh rasa kasih sayang, karena RS tersebut didirikan oleh Yayasan Gereja yang besar di Sulut kenapa kepelayanannya tak berlandaskan Kasih.

“Karena itu saya merasa Dirut RS Kalooran GMIM Amurang untuk mundur dari jabatannya, karena tidak mampu menciptakan kepelayanan kepada pasien berdasarkan Kasih. Kalau saja para pasien terjadi apa-apa, apakah pihak RS bertanggung jawab,”tegasnya.

Lain pula dengan Jhonny Kesek sebagai Toko Masyarakat Minsel mengatakan, RS Kalooran GMIM Amurang yang bernaung dalam Yayasan GMIM seharusnya mengikuti teladan Yesus Kristus.

“Kalau dibandingkan dengan RS Yayasan yang lainnya, lebih baik dan bagus kepelayanannya. Kenapa kok Yayasan GMIM yang notabennya merupakan organisasi Gereja paling besar di Sulut tidak memberikan kepelayanan yang baik kepada masyarakat,”ujarnya. Charles WS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed