oleh

Daihatsu Xenia Berpenumpang Seorang Pendeta Masuk Jurang 30 Meter

-Mitra-176 views
LAKALANTAS: Sebuah kendaraan Daihatsu Xenia DB 1537 EG yang masuk jurang.
LAKALANTAS: Nampak posisi kendaraan Daihatsu Xenia DB 1537 EG yang terperosok ke jurang.

 

 

Wartasulut.Com, Ratahan – Sebuah kendaraan Daihatsu Xenia DB 1537 EG yang dikemudikan Marthen Paulus (49), warga Kelurahan Singkil Satu, Kota Manado bersama seorang penumpang Pdt Adece Mananeke (39), warga Kampung Islam, Tuminting, Kota Manado, terperosok ke jurang yang dalamnya sekira 30 meter di ruas jalan Langowan-Ratahan, tepatnya di area jalur menurun kawasan Gunung Potong Desa Pangu, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Minggu (9/12/2018), sekira pukul 05.30 Wita.

Kapolsek Ratahan Kompol Sammy Pandelaki mengatakan, sebelum mengalami kecakaan, mobil bergerak dari arah Manado menuju Ratatotok. Saat melintas di area gunung potong, kondisi jalan tikungan menurun dan licin membuat pengemudi tidak dapat menghentikan laju kendaraannya sehingga keluar dari badan jalan dan terguling masuk ke dalam jurang.

“Petugas jaga langsung mendatangi TKP setelah menerima informasi adanya kecelakaan ini. Para korban sendiri sudah dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Noongan untuk mendapat perawatan medis akibat sejumlah luka ringan dibagian kepala, tangan, dada, pinggul, kaki, serta jari,” tuturnya sembari mengatakan kondisi kendaraan mengalami rusak berat.

Sementara itu, sejumlah warga yang melintas di lokasi kejadian mengatakan, di jalan tersebut sudah banyak kali terjadi kecelakaan lantaran tak dipasang pagar pembatas jalan. Olehnya, mereka meminta pihak pemerintah provinsi melalui dinas terkait segera memasang pagar pembatas jalan.

“Mirisnya sejauh ini tidak ada upaya pihak terkait untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang kemudian memakan korban. Kalo saja jalan ini dipasangi pagar pembatas jalan, tentu akan mengurangi potensi kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan sampai masuk atau terjatuh ke dalam jurang,” ujar Ronal Kaawoan.

Sama halnya dikatakan Prof. Zetly Tamod lewat akun facebooknya. Menurut akademisi Unsrat Manado asal Touluaan ini, bahwa membangun infrastruktur jalan harus dilengkapi dengan pengamanan tebing. “Hal ini sangat penting untuk meminimalkan kecelakaan. Seperti yang kembali terjadi tadi pagi di ruas jalan gunung potong,” tulis Prof Zetly.(ferry lesar/bmc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed